Sebelum membuka post kali ini, saya mengajak untuk setiap pembaca yang hadir dan tidak hadir untuk sama-sama baca Al-Fatihah/doa sesuai keyakinan masing-masing. doa dan fatihah kita niatkan hibah untuk mereka-mereka yang lebih dahulu kembali pada-Nya wa bil khusus kepada saudara saudari korban Sukhoi dan keluarga yang didahului, tempo lalu. Ala husni Hadzihi nniyyah Al faatihah...
| Allohummaghfir lahum warhamhum |
Oke, sebelum kita ke inti gue mau curhat dulu, sejujurnya agak aneh rasanya tiap hari ngedengar dan baca ungkapan-ungkapan galau berbau FTV semacam “hidup ku tanpamu galau” “aku tak bisa hidup tanpamu” dsbg. bla bla bla
Heran,
realitas hidup ini agaknya terlalu banyak dicampuri hal-hal yang gak
realistis sama sekali. Dan semua jadi begitu bias. Tsaah.. *kibas-poni*
Gue jadi bertanya-tanya,
sebenarnya media (dalam hal ini adalah media mainstream semacam TV,
Film, buku, surat kabar, jejaring social dsbg) kah yang membentuk life-style masyarakat atau kah masyarakat yang membentuk warna dan corak
media tersebut? #apaan deh
