15.5.12

Kembali pada Prioritas

Sebelum membuka post kali ini, saya mengajak untuk setiap pembaca yang hadir dan tidak hadir untuk sama-sama baca Al-Fatihah/doa sesuai keyakinan masing-masing. doa dan fatihah kita niatkan hibah untuk mereka-mereka yang lebih dahulu kembali pada-Nya wa bil khusus kepada saudara saudari korban Sukhoi dan keluarga yang didahului, tempo lalu. Ala husni Hadzihi nniyyah Al faatihah... 

Allohummaghfir lahum warhamhum


Oke, sebelum kita ke inti gue mau curhat dulu, sejujurnya agak aneh rasanya tiap hari ngedengar dan baca ungkapan-ungkapan galau berbau FTV semacam “hidup ku tanpamu galau” “aku tak bisa hidup tanpamu” dsbg. bla bla bla

Heran, realitas hidup ini agaknya terlalu banyak dicampuri hal-hal yang gak realistis sama sekali. Dan semua jadi begitu bias. Tsaah.. *kibas-poni*

Gue jadi bertanya-tanya, sebenarnya media (dalam hal ini adalah media mainstream semacam TV, Film, buku, surat kabar, jejaring social dsbg)  kah yang membentuk life-style masyarakat atau kah masyarakat yang membentuk warna dan corak media  tersebut? #apaan deh

25.3.12

Belajar Sholat, lagi?

Belajar sholat (diambil dari tkalkalamsurabaya.files.wordpress.com)

Afdholul’ilmi ‘ilmulhaal wa afdholu al amali hifdzul haal
(seutama-seutama ilmu adalah ilmu haal dan seutama-seutama amal adalah menjaga haal)
Kalau kau manusia pesantren atau setidaknya pernahlah berkaji kitab kecil bernamakan “At ta’lim al mutaallim thoriquttaallum” tentulah engkau tak asing lagi dengan istilah diatas.

Minggu yang lalu, tepat sehari setelah Ujian Sekolah selesai. semua kawan mulai risau dengan nilai-nilainya, saling bersitanya, mereka-reka hasilnya. ah galaulah isi yang mereka percakapkan. ah apapula musti risau, bubur sudah ujud nasi ia berasal tadi. Tawakkal sudah layak memahkota bukan? Farid! Matematik dan bahasa English mu standar ia dibawah, juga mata ajar lainnya. Aku tiada berkaget. Biasa sajalah.. bisikku dengan hidung datar.

Fuhh.. epek kesusastraan sudah usai, ehm boleh gue lanjutin kan?

22.3.12

Anonim? bolehlah..

Huahh.. menjelang UN segala upil ini semakin mengering saja. terpaksa blog yang maha upil ini ditinggalkan dan ya alooh banyak sarang Tomcat diblog ini. #maksud?

oke udahanlah basa-basinya, gue mau publish Postingan yang gue tulis tanggal 11 11 2011 lalu. basi? ya iya ini kan jurnalbasi.blogspot.com.. hehe tapi yasudahlah, buat yang mau nyimak, simak aja deh..

Anonimitas; penyembunyian identitas atau semacam ghost writing dalam dunia kepenulisan, dan ini sudah menjamur dalam dunia blogging. apalagi buat yang kejar duit adsense.hehe piss ..

sejatinya hal ini masih menjadi perbincangan dipelbagai forum dan antar blogger. belum selesai? tentu saja dalam sebuah medium tak terbatas seperti internet ini, tentu kita tau ada banyak orang dengan keinginan yang saling bersinggungan bahkan berlawanan.

Sebenernya Anonimitas itu memang sudah ada sejak jaman prasejarah. terbukti kan gak ada yang tau siapa nama monyet yang dikira Charles Darwin berhasil membuat kelompok lypsinc boyband pertama dijagat semesta. hyehehe.

melihat dari kenyataan yang ada seharusnya masalah ini selesai sudah.. berikut kutipan yang saya copy dari sebuah blog 

 
"On the Internet, nobody knows you're a dog" (di Internet tak ada yang tahu bahwa kau memanglah seekor anjing). Kalimat ini adalah caption dari kartun karya Peter Steiner yang di muat The New Yorker pada 5 Juli, 1993. Kartun tersebut menggambarkan dua ekor anjing, yang satu duduk di depan komputer dan satunya duduk di lantai. Ya, Sebab di internet tak ada yang tahu kalau saja satu dari milyaran pengguna internet itu memang anjing. dan begitulah faktanya, anonimitas bisa dilakukan siapa saja. bahkan saya sendiri. bisa saja kan kalo saya ini seekor anjing muda, agak ganteng, susah buang air dan pengin eksis. lalu membuat 

akun facebook : Ahmad Farid Rendraisme 
twitter : @riedzgibran
lalu memajang foto seorang laki-laki belia yang manis. menulis konten yang horor, miring, gak jelas dan jayus. Membuat seseorang jatuh cinta, suka, cuek bahkan benci.(colek bung saman) intinya mustahl sekali memberantas Anonimitas diatas muka internet ini. lalu apa saja contoh Anonimitas yang sering kita jumpai;
  1. komentar dalam blog tanpa link/ broken link. atau make opsi anonim di kolom komen.
  2. akun facebook, blog, atau apa saja yang sekiranya bikin kita sulit percaya kalo pemilik akun itu bukan anonim.. (bingung kan? sama! gue juga gitu) 
  3. web/blog berita yang gak jelas punya lisensi atau tidak (tapi ini kan internet? masa kudu ada lisensi?)
Garis abu-abu pertama ; antara kebebasan berekspresi dan Plagiasi
mmm.. bai-de-wey sama halnya dengan realita Anonimitas, ngomongin plagiasi dalam dunia Internet emang gak ada habisnya, ada yang bilang "ngapain ngisi konten di internet kalo gak mau dijiplak?" 
ada juga yang bilang 
"penjiplakan itu merupakan pelanggaran terhadap Kode etik dunia karya"
dan ujung-ujungnya yang ngejiplak hayooo aja terusin ngejiplak, dan yang dijiplakin cuma bisa bangun tahajjud dan berdoa semoga DPR membuat RUU Blogging Nasional.


tapi sejujurnya menurut gue pribadi sih sah-sah saja menuangkan ulang ide/karya seseorang dalam medium apapun itu. toh ide utama tulisan saya kali ini pun ter-jiplak-kan dari bung saman dan bung sihin kok...#pelandasan yang mengasal.
tapi sayangnya seringkali orang tidak bisa bedakan mana itu plagiasi, proses kreatif dan Sharing Informasi. #ah apa banget deh. 

Kedua; Antara sekuritas narablog dan kesemena-mena'an.
adalah Anonimitas, menjadi satu-satunya jalan terbaik yang ditempuh oleh seorang Narablog/blogger amerika “La Girnga seorang blogger (sejak 2006) yang tinggal di kota paling berbahaya didunia menurut PBB - yaitu  Honduras, kota ini bahkan disebut-sebut sebagai neraka jurnalis. katanya. nah dalam hal ini justru anonimitas sudah jadi kebutuhan. ya sekuritas atawa keamanan adalah alasan dan jalan utama demi publisitas blognya yang selalu terlihat merindukan tatanan kota ideal ditempat kini ia tinggal. ah tapi adsensenya bikin gue ilfill (loh kok jadi sewot?)


namun ternyata anonimitas pulalah yang bisa mengantar seseorang untuk membuat propoganda-propoganda dan ngawurisasi dalam mengisi konten diinternet. 
pernah tau akun milik sindikat PSK? itu beneran ada lho. lalu akun FB jasmine always happy? atau adalagi akun penipu yang ngakunya dagang elektronik online?. dan adalagi malah yang bikin saya kaget akhir-akhir ini, "agamasm*sh.blogspot.com" pertama gue liat blog ini sih gue langsung "ngeh" kalo ini bentuk keisengan manusia indonesia yang susah E'E. liat saja posting-postingnya yang menunjukkan keresahan(baca: ke-galau-an) sang admin dalam berkeyakinan. tapi yasudahlah, gausah ikutan ribut :)

Kesimpulan
mmm... ditinjau dari berbagai sisinya Anonimitas itu sah-sah saja bukan? toh seringkali kita wa bil khusus pengguna internet hanya peduli dengan pemenuhan kebutuhannya dan tak peduli tentang siapa yang dapat memenuhi kebutuhannya (khususnya dalam mencari sumber berita). Bukankah hal ini berlaku dalam hal apapun?

lagian beberapa orang mungkin akan lebih merasa aman dengan anonimitas tersebut. ya seperti peng-anonimisasi-an para saksi mata dibeberapa acara investigasi begituu... cuman ya bagi anda yang ingin begitu ya tolong lebih hati-hati di area abu-abu tersebut.


anonim? boleh! 
sopan? ya harus!

ps: ya Alloh.. hamba nulis apa ini?



sumber:
http://teknologi.kompasiana.com/internet/2011/09/19/pro-dan-kontra-anonimitas-di-internet/

http://teknologi.kompasiana.com/internet/2011/08/21/kastaisasi-dan-perang-melawan-anonimitas-di-internet/
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...